Risalah Wilayah
Secara geografis, KPHP Unit IV pada KPH Dampelas Tinombo berada pada posisi 119° 47’ 49” s.d 120° 07’ 22” BT dan 0° 42’ 14” s.d 0° 04’ 19” LU. Sedangkan secara administratif pemerintahan berada dalam wilayah Kabupaten Donggala dan Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah, yang terletak dalam delapan wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Balaesang, Dampelas, Sojol dan Sojol Utara Kabupaten Donggala dan Kecamatan Tinombo, Sidoan, Tinombo Selatan, dan sebagian Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong.
KPHP Unit IV memiliki kawasan seluas 103.743,23 ha, yang terdiri atas Hutan Lindung (HL) seluas 26.963,03 Ha, Hutan Produksi Terbatas (HPT) 66.685,89 Ha dan Hutan Produksi (HP) 10.094,32 (sumber SK Menteri LHK Nomor: 6642/MENLHK-PKTL/KUH/PLA.2/10/2021 Tgl 27 Oktober 2021, diolah kembali).
KPHP Unit IV memiliki batas-batas wilayah sebelah utara berbatasan dengan KPH Gunung Dako (Unit II) Kabupaten Tolitoli. Sebelah timur berbatasan dengan Areal Penggunaan Lain (APL) Kecamatan Kasimbar, Tinombo Selatan, Sidoan dan Tinombo Kabupaten Parigi Moutong. Sebelah Selatan berbatasan dengan KPH Dolago Tanggunung Unit V Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala dan Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong. Seangkan sebelah barat berbatasan dengan Areal Penggunaan Lain (APL) Kecamatan Balaesang, Dampelas, Sojjol dan Sojol Utara Kab. Donggala.
Pembagian blok pengelolaan pada fungsi Hutan Lindung (HL), dikelompokkan ke dalam dua blok yaitu Blok Inti dan Blok Pemanfaatan dalam RPHJP KPH. Blok inti dalam RPHJP seluas 9.781,42 Ha setelah mengalami perubahan akibat penataan batas definitif fungsi kawasan dalam wilayah KPH Dampelas Tinombo. Blok Pemanfaatan pada Hutan Lindung pada RPHJP seluas 17.420,34 Ha. Sedangkan pembagian blok pengelolaan pada kawasan hutan produksi dengan fungsi berupa hutan produksi terbatas (HPT) dan hutan produksi tetap (HP), dikelompokkan kedalam dua blok yaitu Blok Perlindungan dan Blok Pemanfaatan. Pada fungsi Hutan Produksi (HP) terbagi dalam Blok Pemanfaatan, seluas 10.105,67 Ha. Pada fungsi Hutan Produksi Terbatas (HPT) terbagi dalam Blok Pemanfaatan 65.300,51 Ha dan Blok Perlindungan seluas 1.184,53 Ha.
Lokasi KPHP Unit IV memiliki aksesibilitas wilayah yang cukup memadai berupa jalan aspal dan jalan sirtu dengan keterjangkauan cukup mudah hingga pada batas-batas luar kawasan hutan. Namun aksesibilitas dari batas-batas luar menuju dalam kawasan hutan relatif sulit dan tidak layak dilalui kendaraan bermotor.
Potensi Wilayah
Tutupan lahan pada wilayah KPHP Unit IV pada KPH Dampelas Tinombo seluas 103.792,49 didominasi oleh hutan lahan kering primer seluas 58.861,32 ha dan Hutan Lahan Kering Sekunder seluas 29.995,36 ha, serta kelas penutupan lainnya.
Potensi keanekaragaman hayati (flora dan fauna) di wilayah KPHP Unit IV terbilang cukup tinggi. Pada wilayah ini terdapat hutan pegunungan/hutan dataran tinggi dan hutan dataran rendah yang kaya dengan jenis-jenis vegetasi berkayu dan vegetasi tak berkayu baik komersial dan non-komersial. Jenis-jenis flora yang cukup dikenal masyarakat bernilai komersial tinggi di pasar internasional maupun domestik, khususnya dari jenis kayu adalah Kayu Hitam/Ebony (Diospyros celebica Bakh.), Maraula (Diospyros macrophylla), Agatis/Damar (Agathis spp.), Meranti (Shorea spp.), Palapi (Herriteria sp.), Nyatoh (Palaqium spp.), Rau (Dracontamelon mangiferum), Bintangur (Calophyllum soulatri), Matoa (Pometia pinnata), Rau (Dracontamelon mangiferum), Mangga hutan (Mangifera foetida), Binuang (Octomeles sumatrana), dll. Sedangkan flora non-kayu antara lain Rotan (Calamus spp.), Bambu (Bambusa spp.), Aren (Arenga pinnata) dan jenis palma lainnya. Dari jenis flora tersebut terdapat beberapa jenis yang dikategorikan sebagai jenis tanaman multiguna seperti Agatis (penghasil kayu dan getah damar), Durian (penghasil kayu dan buah), Aren (penghasil nira, ijuk, pati, lidi, buah), dsb.
Wilayah KPHP Unit IV juga menyimpan jenis flora yang tergolong endemik dan dilindungi. Jenis-jenis flora endemik diantaranya jenis Kayu Hitam/Ebony (Diospyros celebica Bakh.) dan Angrek Bulan (Paraphalaenopsis sp.). Sedangkan kekayaan fauna yang ada di wilayah ini antara lain jenis mamalia, reptilia, burung, dan amphibi. Terdapat beberapa jenis fauna langka dan dilindungi seperti Anoa, Babirusa, Burung Maleo, Burung Rangkong, Burung Nuri, dan lain-lain.
Potensi jasa lingkungan di wilayah KPHP IV antara lain tata air di wilayah DAS Tada, DAS Taipa, DAS Babatona, DAS Sikea, DAS Malawa dan DAS Rumu yang merupakan sumber air utama bagi irigasi pertanian di Desa Tada, Desa Siney, Desa Khatulistiwa di Kecamatan Tinombo Selatan. Sedangkan DAS Taipa dan DAS Babatona merupakan sumber-sumber air utama bagi irigasi pertanian Desa Babatona, Desa Tonggolobibi, Desa Bantayang, Desa Siboang Kecamatan Sojol. Sedangkan DAS Sikea, DAS Malawa dan DAS Rumu menjadi sumber air utama bagi irigasi pertanian Desa Siweli, dan Desa Sibualong Kecamatan Balaesang. Adapun hutan lindung di wilayah Desa Bainaa Kecamatan Tinombo merupakan sumber air bagi lahan-lahan pertanian beberapa desa/kampung di bawahnya.
Potensi wisata alam di wilayah KPHP Unit IV di antaranya terdapat di sekitar danau Dampelas Desa Talaga, mengingat kawasan ini merupakan salah satu DTW di Kabupaten Donggala. Pada bagian utara kawasan hutan ini juga berbatasan langsung dengan pantai Teluk Dampelas yang saat ini sedang dibina menjadi tujuan wisata pantai.